Kilas Balik Laga Final Piala Eropa (Euro) dari Tahun 1992-2020

Piala Eropa atau UEFA Euro adalah sebuah turnamen sepakbola antar negara-negara Eropa. Piala Eropa diadakan setiap 4 tahun sekali sejak tahun 1960. Terdiri dari 24 negara yang berpartisipasi.

Sampai saat ini, Spanyol dan Jerman merupakan negara paling sukses di ajang Piala Eropa yang masing-masing sudah memenangkan 3 gelar juara. Dan disusul oleh Perancis dengan 2 gelar juara piala euro.

Momen laga final dari tahun ke tahun sangat berkesan dan sulit diprediksi, seperti final Euro 1992 diluar dugaan Jerman harus kalah dengan tim underdog Denmark dengan skor 2-0. Menurut kalian laga final yang paling berkesan itu tahun berapa der?

Berikut Nostalgiaan rangkum dalam Kilas Balik Laga Final Piala Euro Dari Tahun 1992 - 2020. Penasaran? Yuk simak penjelasannya.

1. Euro 1992: Denmark vs Jerman

Euro tahun 1992 diselenggarakan di Swedia, kala itu laga final mempertemukan antara Denmark Vs Jerman. Namun pada laga itu Denmark yang sama sekali tidak diunggulkan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman.

Pertandingan itu akan selalu dikenang bahkan menjadi mimpi buruk bagi Jerman, pasalnya Jerman merupakan tim kuat eropa yang memiliki segudang pemain hebat dan pernah menjuarai piala euro tahun 72 dan 80 harus kalah atas Denmark.

Diluar dugaan sang dinamit Denmark mampu mengalahkan tim panser dengan skor yang meyakinkan 2-0 tanpa balas, dan menghantarkan Denmark menjuarai Euro 1992 untuk pertama kalinya.

2. Euro 1996: Jerman vs Ceko

Euro 1996 berlangsung di Inggris sebagai tuan rumah, laga final Euro tahun 1996 sangat menarik, pasalnya tim panser sempat mengalahkan Ceko diawal penyisihan grup dengan skor 2-0 tanpa balas. Namun diluar dugaan, Jerman harus dipertemukan kembali dengan Ceko dilaga final.

Kali ini Rep. Ceko tampil lebih agresif, mereka mampu mencetak goal melalui Berger di menit 59 lewat titik penalty, dan di samakan oleh Bierhoff pada menit 73. Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan tambahan waktu, tak butuh waktu lama Bierhoff mencetak goal keduanya pada menit 95.

Dan akhirnya Jerman tampil sebagai pemenang usai mengalahkan Ceko dengan skor tipis 2-1 dan menjadikan Jerman sebagai pemegang rekor tropi terbanyak, yaitu 3 kali juara Piala Euro. 

3. Euro 2000: Perancis vs Italia

Untuk pertama kalinya Euro 2000 diselenggarakan di dua negara yaitu Belanda dan Belgia. Laga final kali itu mempertemukan dua raksasa eropa, yaitu Perancis vs Italia. Pertandingan ini yang sangat sangat dinantikan, pasalnya kedua tim memiliki segudang pemain top eropa. Sebut saja Thierry Henry dan Zinade Zidane di kubu Perancis, sedangkan di kubu Italia ada Del Piero, Totti, dan lainnya.

Diawal pertandingan Perancis menguasai permainan akan tetapi barisan pertahanan Italia begitu kuat, sehingga Perancis kesulitan untuk mencetak goal. Sebaliknya dengan mengandalkan serangan balik Italia mampu mencetak goal di menit 55 lewat Delvecchio. Namun menjelang permainan berakhir Wiltord mampu menyamakan kedudukan pada menit 90 sehingga skor imbang 1-1.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, Perancis yang mendominasi pertandingan akhirnya mampu mencetak goal pada menit 103 melalui Trezeguet. Sekaligus membawa Perancis keluar sebagai juara dengan skor 2-1 atas Italia.

4. Euro 2004: Yunani vs Portugal


UEFA tahun 2004 dipercayakan kepada Portugal sebagai tuan rumah di negaranya. Pertandingan pembuka mempertemukan antara tuan rumah Portugal dengan Yunani. Diatas kertas Portugal lebih unggul dibandingkan Yunani, karena Portugal memiliki sederet pemain bintang seperti Luis Figo dan calon bintang masa depan Cristiano Ronaldo. Namun diluar dugaan Yunani mampu mengalahkan Portugal dengan skor tipis 2-1 dilaga pembukaan.

Walaupun sempat kalah 2 kali di fase grup, Yunani bangkit di tangan asuhan sang pelatih asal Jerman ini, serta mampu mematahkan persepsi negatif kepada lawannya dan melaju ke babak final.

Dilaga final sang tuan rumah Portugal dipertemukan kembali dengan Yunani, babak pertama Portugal tampil agresif bermaksud untuk balas dendam dan mendominasi pertandingan. Namun tak ada satu gol pun tercipta, Yunani mampu membendung gempuran dari sang tuan rumah.

Babak kedua dimulai, pada menit 57 Angelos Charisteas memecahkan kebuntuan Yunani dan skor akhir pun 1-0 tak berubah sampai wasit meniupkan peluit panjangnya. Yunani membuktikan keperkasaannya, dengan mengalahkan tuan rumah Portugal 1-0 tanpa balas, untuk pertama kalinya Yunani menjadi juara Euro.

5. Euro 2008: Spanyol vs Jerman

Untuk kedua kalinya pesta sepakbola Eropa digelar oleh dua negara Austria dan Swiss, setelah bersamaan Belgia dan Belanda menjadi tuan rumah 8 tahun yang lalu. Final Euro 2008 bertemu kedua tim kuat eropa antara Spanyol vs Jerman, pada saat itu Spanyol menjadi tim yang diunggulkan dan 3 kali tak terkalahkan pada penyisian grup.

Pada babak pertama Torres mencetak goal dimenit 33, tim Matador pun unggul sementara. Babak kedua dimulai Jerman tampil lebih terbuka berhasrat untuk menyamakan kedudukan, namun hingga turun minum skor akhir tak berubah Spanyol unggul 1-0 atas Jerman.

Kesuksesan Spanyol saat itu tak terlepas dari 2 jendral lapangan terbaik mereka yaitu Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Dengan gaya tiki taka ala Spanyol, mereka mampu menundukkan tim panser dan membawa Spanyol menjuarai Euro 2008.

6. Euro 2012: Italia vs Spanyol

UEFA 2012 menunjuk negara Polandia dan Ukraina sebagai tempat berlangsungnya piala Euro, babak final Euro 2012 mempertemukan antara Spanyol kontra Italia.

Setelah sebelumnya pada fase penyisihan berada di grup yang sama, pertemuan Spanyol vs Italia berakhir imbang 1-1. Goal dari Italia dicetak oleh Dinatele pada menit 61 dan dibalas Fabregas menit 64, tidak ada goal lagi yang tercipta sampai turun minum.

Dilaga final kedua tim Italia dan Spanyol dipertemukan kembali, pertandingan yang diharapkan akan memukau berubah drastis. Italia harus menerima kekalahan telak dari tim matador dengan skor 0-4, goal dari Spanyol dicetak oleh David Silva pada menit 14, disusul Jordi Alba pada menit 41, kemudian Fernando Torres menit 84, dan Juan Mata dimenit 88.

Prestasi yang sangat gemilang bagi tim matador, pasalnya Spanyol kembali menjadi juara Euro 2012, setelah sebelumnya juara Euro tahun 2008. Ditambah lagi, Xavi Hernandez dan kawan-kawan mampu memenangkan tropi FIFA WORLD CUP 2010 di Afrika Selatan. 

7. Euro 2016: Portugal vs Perancis

Perancis kali ini dipercaya menjadi tuan rumah Euro 2016 di stadion Stade de France, setelah bersamaan sebelumnya dua kali di stadion Parc des Princess pada tahun 1960 dan 1984.

Final Euro 2016 mempertemukan sang tuan Perancis vs Portugal, laga ini berlangsung dengan alot saling jual beli serangan. Dipertengahan babak pertama pemain mega bintang Portugal Cristiano Ronaldo mengalami cidera akibat benturan dengan Dimitri Payet, babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.

Pertandingan dilanjutkan babak kedua, kali ini Perancis mendominasi permainan dan terus mengurung pertahanan Portugal. Meski tanpa sang captain Cristiano Ronaldo, Portugal mampu menahan gempuran demi gempuran dari tuan tumah Perancis.

Tidak ada goal yang tercipta di babak kedua, sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Pada menit 109 Eder memecahkan kebuntuan dengan mencetak goal ke gawang Lloris. Skor 1-0 menghantarkan Portugal untuk menjadi sang juara Euro 2016.

8. Euro 2020: Italia vs Inggris

Di tahun 2020 perhelatan sepak bola terbesar yang di adakan FIFA 4 tahun sekali itu harus rela ditunda dan diundur pada tahun 2021. Pasalnya dunia sedang dilanda sebuah wabah covid-19 yang berbahaya dan menular.

Demi menyukseskan Euro 2020, FIFA menunjuk 7 stadion untuk menggelar pertandingan itu. Diantaranya Wembley Stadium (Inggris), The Johan Cruyff (Belanda), Puskas Arena (Hungaria), La Cartuja (Spanyol), Parken Stadium (Denmark), National Arena (Swiss), Hampden Park (Skotlandia).

Laga final Euro 2020 diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2021 mempertemukan antara Inggris vs Italia di Wembley Stadium, London. Setelah kedua tim tersebut mampu mengalahkan lawan mereka di semifinal.

Baru 2 menit jalannya pertandingan, Inggris lebih dulu unggul melalui gol Luke Shaw yang diberikan umpan silang oleh Kieran Trippier, 1-0 Inggris unggul atas Italia sampai babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Italia mampu membalas ketertinggalan lewat gol Leonardo Bonucci yang berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang. 1-1 skor bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang memaksa kedua tim harus melanjutkan ke babak extra time, namun di babak extra time pun skor belum berubah. Dan akhirnya adu penalti pun harus dilakukan.

Di babak adu penalti, Inggris harus mengakui keunggulan Italia setelah mereka dikalahkan dengan skor 3-2 yang membuat tim Italia keluar sebagai juara Piala Eropa 2020.